PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS KEARIFAN LOKAL DAN DAMPAK TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER

Yunus Yunus

Sari


Pendidikan agama di Indonesia hanya menekankan aspek pengajaran. Tentu dalam hal ini, pengajaran ritual keagamaan yang kering pemaknaannya secara spritual. Model pengajarannya lebih pada transfer ilmu-ilmu agama, bukan penanaman nilai-nilai suci keagamaan yang mampu dijadikan fondasi dalam kehidupan di masyarakat. Kurangnya pengayaan terhadap pentingnya berakhlak mulia bagi peserta didik, menambah daftar panjang problem pendidikan agama dewasa ini. Selalu ditemukan pada lembaga pendidikan adalah “pengajar agama” bukan “guru agama”. apa yang telah disampaikan oleh “pengajar agama’ hanya bisa dipikirkan dan dipahami. Sedangkan, “guru agama” harus dihayati, didenga dan dan diamalkan. Pendidikan agama seharusnya mampu mentransformasikan nilai-nilai agama dan nilainilai kearifan lokal ke dalam diri peserta didik. Sehingga apa yang diterimanya dari belajar agama tersebut dapat diaktualkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidik harus mampu menjadi penggerak dan sumber inspirasi bagi peserta didik dan masyarakat. Meski sebagian besar masyarakat modern menganggap implementasi budaya tersebut merupakan suatu hal yang ketinggalan zaman, namun bagi masyarakat yang melestarikan budaya tersebut menganggapnya sebagai salah satu aturan yang paling efektif dalam mencegah peserta didik untuk berbuat penyimpangan dan membentuk karakter kejujuran.
 
Kata Kunci : Pendidikan Agama, Kearifan Lokal, Karakter

Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.